Berbisnis teknologi tepat guna tidaklah semudah membalikkan tangan. Hal ini dirasakan oleh nara sumber Talkshow Kiat Berbisnis Teknologi Tepat Guna (21 September 2018) yaitu Cepi Al Hakim (Green Well), Bima Prabowo (APAM), Amin (Konverter Kit ABG).

Berbagai tantangan dimulai dari ide kemudian membuat suatu produk yang menjadi solusi suatu permasalahan yang terkadang membuat semangat pasang surut. Tetapi dengan komitmen tinggi dan tetap fokus, usaha mereka mulai berkembang. Didampingi oleh Yayasan Inotek melalui program Mentoring, Konverter Kit ABG telah digunakan oleh 20.000 nelayan di seluruh Indonesia.
Saat ini, konverter kit yang dikomersialisasi adalah versi ke 18. Green Well telah terpasang di +10 lokasi daerah Jabotabek dan Jawa Barat. Sumur resapan menjadi solusi atas terjadinya bencana alam banjir. Selain itu, diharapkan dapat meminimalisasi kekeringan di musim panas. APAM sebagai perusahaan yang baru berdiri telah mempromosikan produknya ke program CSR, Damkar dan BPBD. APAM diharapkan menjadi solusi atas penanganan pertama terjadinya kebakaran di pemukiman padat penduduk, lahan perkebunan dan hutan.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi tepat guna, wirausaha harus cermat membaca peluang. Strategi usaha dituangkan dalam bisnis model kanvas dan diturunkan menjadi aksi berkelanjutan untuk mencapai tujuan usaha. Meningkatkan jejaring merupakan kunci utama dalam memperluas pasar. Selain itu peran inkubator untuk mengembangkan usaha terutama sebagai coach dan mentor disertai dengan kegiatan-kegiatan inkubasi lainnya akan mempercepat keberhasilan usaha.

Peran serta perusahaan payment gateway seperti Xendit, tidak kalah penting dalam dunia wirausaha. Perusahaan ini membantu startup untuk membuat sistem keuangan lebih mudah. Setiap transaksi tercatat dalam program Xendit sehingga memudahkan startup untuk membuat laporan keuangan secara terstruktur.

Komentar

comments

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Inotek © 2014 - 2018