BUBUK HIDUP

15 Juni 2015

[column parallax_bg=”disabled” parallax_bg_inertia=”-0.2″ extended=”” extended_padding=”1″ background_color=”” background_image=”” background_repeat=”” background_position=”” background_size=”auto” background_attachment=”” hide_bg_lowres=”” background_video=”” vertical_padding_top=”0″ vertical_padding_bottom=”0″ more_link=”” more_text=”” left_border=”transparent” class=”” id=”” title=”” title_type=”single” animation=”none” width=”2/3″ last=”true”]

[column_1 width=”1/1″ last=”true” title=”” title_type=”single” animation=”none” implicit=”true”]

Bubuk Hidup

Inovator: Margiasih Putri Liana

Inovasi:

  • Dapat mengikat unsur hara
  • Tidak ada efek samping karena bukan racun dan tidak berbahaya bagi manusia dan binatang ternak
  • Dapat menjaga kesuburan tanah, porositas tanah, dan juga topsoil sehingga tanah tetap subur tanpa merusak ekosistem

Dampak

  • Mengurangi penggunakan pupuk kimia
  • Meningkatkan produktivitas tanaman
  • Mengembalikan kestabilan tanah

Spesifikasi 

  • Pemuliaan Tanah: mengurangi dan memecah residu pupuk anorganik di dalam tanah sehingga dapat menghemat pupuk. Menjaga kesuburan tanah & porositas tanah (topsoil)
  • Pemuliaan Tanaman: mempercepat pemasakan ±7 hari, tanaman relatif hijau ketika dipanen.
  • Pemuliaan Kompos: Dapat mempercepat waktu pematangan kompos dari 10 tahun menjadi paling lama 1,5 bulan.

Status Inkubasi: Tahap komersialisasi

Periode Inkubasi: Mei 2015 – Mei 2017

[/column_1]

[/column]

Related Article

Acah