Jumlah UKM di Indonesia terus tumbuh dan bertambah banyak. Namun belum banyak UKM yang berbasis sosial dan lingkungan. Padahal, UKM berbasis sosial dan lingkungan dapat mendorong perekonomian ke arah yang lebih baik sebab usahanya berbasiskan gotong royong, melibatkan seluruh elemen masyarakat dan memperhatikan aspek lingkungan.

Berlatar belakang hal tersebut, PT. HM Sampoerna Tbk. dan Yayasan Inotek berinisiatif mendukung UKM berbasis sosial dan lingkungan melalui Bincang-bincang Wirausaha Inovatif Berbasis Sosial dan Lingkungan (WIBSL) yang bertujuan untuk menghadirkan para Wirausaha Muda yang inspiratif berbagi pengalaman dalam membangun bisnis yang sejalan dengan idealisme untuk memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan alam. Diselenggarakan tanggal 4 Februari 2017 di Hotel Narita, Surabaya, acara ini dihadiri 200 orang dari penggiat kewirausahaan, UKM dan mahasiswa.

Acara dibuka oleh Bapak Diyanto Imam dilanjutkan dengan sesi “Crowd Funding: Mendukung Kewirausahaan Berbasis Sosial” oleh Vikra Ijas. Pada sesi ini dijelaskan platform pendanaan secara “patungan” untuk program/project kewirausahaan berbasis sosial.

Sesi kedua “Membangun Solusi atas Masalah Sosial dan Lingkungan Secara Mandiri dan Berkelanjutan” disampaikan oleh finalis WIBSL 2 yaitu Riry dan Faishal. Kedua nara sumber menjelaskan latar belakang usaha, tantangan, dan solusi membangun dan mengembangkan bisnis berbasis sosial dan lingkungan.

Sesi terakhir Klinik Asuransi Sampah dengan nara sumber Dr. Gamal Albinsaid yang tergerak untuk menyediakan akses kesehatan bagi masyarakat marginal melalui program asuransi kesehatan: membayar dengan sampah.

Melalui acara ini diharapkan semakin tumbuh UKM berbasis sosial dan peduli terhadap lingkungan alam.

Foto Kegiatan

Komentar

comments

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Inotek © 2014 - 2017