Inovasi teknologi tepat guna, berdampak sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini yang diyakini oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia dengan membawa visi memfasilitasi pengembangan dan penyebarluasan teknologi yang inovatif dan aplikatif untuk peningkatan kehidupan masyarakat, sehingga didirikan tahun 2008.

Namun demikian, tidak mudah membangun bisnis berbasis teknologi tepat guna. Dimulai dari ide, mulai merintis usaha, startups akan menghadapi kendala dan tantangan. Terkadang startups sudah memiliki produk yang inovatif yang berdampak sosial, tetapi tidak diminati oleh pasar, sehingga usahanya tidak berhasil. Namun, produk inovasi tepat guna yang memang diperlukan untuk memecahkan masalah di masyarakat, berhasil dimasyarakatkan sehingga sukses berkelanjutan. Peran organisasi yang mendukung ekosistem kewirausahaan dan inkubator dalam hal ini berperan penting dalam keberhasilan startups tersebut.

1. Tantangan apa yang harus dihadapi oleh usaha pemula?
2. Apa yang harus dilakukan oleh usaha pemula (start up) berbasis teknologi tepat guna agar usahanya bisa berkembang dan bertahan?
3. Apa yang harus dilakukan dan diantisipasi pada saat bisnis sedang dalam tahap down cycle phase?
4. Apa yang harus disiapkan?
5. Apa indikasinya bila bisnis tidak berjalan baik?

Segala tantangan dan pertanyaan tersebut akan dibahas tuntas dalam acara “Bincang-Bincang Kiat Berbisnis Teknologi Tepat Guna” tanggal 8 September 2018, jam 10.00 – 10.45 di Hall A, Jakarta Convention Center. Dalam acara ini akan dihadirkan nara sumber binaan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia dalam tahap merintis, bertahan dan sukses yang akan berbagi pengalaman dan berdiskusi dalam menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam bisnis.

Komentar

comments

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Inotek © 2014 - 2017