Amin atau yang dikenal dengan panggilan Amin Ben Gas adalah warga Kalimantan Barat. Masa kecil sebagai keluarga nelayan di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat menginisiasi Amin untuk menciptakan alat konverter kit dari BBM ke Gas sejak tahun 2010. Amin menyadari dan prihatin bahwa nelayan mengalami kesulitan dalam mencari bbm untuk melaut. Kalaupun ada, harganya tidak terjangkau. Dari permasalahan nelayan tersebut, konverter kit ABG diciptakan.

Dengan penggunaan ABG, penghematan bahan bakar mencapai 70% dengan perbandingan penggunaan LPG 3 kg = 10-15 liter premium. LPG yang digunakan oleh nelayan adalah LPG subsidi, sehingga meringankan biaya melaut nelayan. Nelayan pun sangat senang menggunakan konverter kit, karena tidak perlu mengeluarkan biaya melaut yang tinggi dan dapat melaut lebih lama sehingga kesejahteraannya semakin meningkat. ABG diinkubasi bisnis oleh Yayasan Inotek sejak 2014 – 2016. ABG telah dipatenkan sejak tahun 2012 dan untuk generasi ke – 9 telah mendapatkan paten tahun 2018. ABG telah bersertikat SNI pada tahun 2015 dengan Nomor SNI 12806:2015 melalui dukungan dari BSN dan Yayasan Inotek.

Pada tahun 2016, PT. KIAN SANTANG sebuah perusahaan yang bergerak dibidang energi, melakukan Mou dengan Bapak Amin dan sebagai hasilnya, produksi Konverter Kit ABG berkapasitas maksimal 500 unit per hari. Dari 2010 sampai 2019 Bapak Amin telah mendapatkan berbagai penghargaan yaitu Inovator Teknologi Bidang Kelautan, Anugerah Iptek Kreatifitas & Inovasi Masyarakat, dll. Nelayan dari 25 kabupaten di Indonesia telah tersentuh oleh teknologi ABG. Di awal tahun 2019, ABG kembali berkiprah dengan melakukan pengujian ABG generasi ke-9 untuk pemakaian di speedboat.

Kami berharap semoga Bapak Amin terus berkarya dan berinovasi untuk memajukan nelayan Indonesia!!!

Komentar

comments

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

Inotek © 2014 - 2018