Teknologi Tepat Guna

Yayasan INOTEK bekerjasama dengan Kopernik melakukan sosialisasi alat penjernih air di dua kabupaten berbeda, yakni Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten dan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Sosialisasi dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan selama 4 bulan mulai dari Maret 2011 sampai dengan Juni 2011. Alat penjernih air yang disosialisasikan adalah: Clinka 205, PolyGlu dan Tulip Filter. Clinka 205 dan Tulip Filter dapat menghasilkan air olahan yang langsung dapat diminum tanpa harus dimasak terlebih dulu. Kedua produk ini dapat mematikan bakteri yang terdapat di dalam air karena mengandung perak yang akan membunuh bakteri secara ionisasi.

Clinka 205 berbentuk pasir khusus yang terbuat dari bahan Perak, Tembaga, Silika dan Resin. Pasir ini harus direndam di dalam air selama minimal 10 jam. Setelah 10 jam berlalu maka bakteri akan terbunuh. Namun demikian, Clinka tidak menghilangkan kandungan logam atau zat-zat berbahaya misalnya arsenic dari dalam air. Untuk mengurangi kandungan logam atau zat berbahaya dapat menggunakan Tulip Filter.

Tulip Filter terdiri dari tabung penyaring dan selang penyalur air. Tabung penyaring berisi keramik khusus yang juga mengandung Perak dan Karbon Aktif yang akan membunuh bakteri (E-Coli) dan sekaligus mengurangi kandungan logam berat, misalnya besi.

PolyGlu hanya dapat menghasilkan air bersih, karena fungsinya untuk mengendapkan kotoran di dalam air keruh yang kemudian disaring dan dipisahkan dari air yang sudah bersih. Untuk selanjutnya air yang sudah bersih tersebut dapat diolah kembali menggunakan Clinka 205 atau Tulip Filter yang menjadikannya air siap minum.

Tujuan dari sosialisasi alat penjernih air ini adalah untuk membantu warga masyarakat mendapatkan air bersih dan air siap minum yang terjangkau, sehingga dapat menghemat biaya dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan keluarga. Jika sosialisasi ini berhasil, maka program ini akan dibuat skala besar sehingga akan memberi dampak lebih banyak kepada warga masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Comments

comments


Leave a Comment




* these are required fields