ClimateSmartLeaders

Logo_CSLProgram Climate-Smart Leaders (CSL) adalah program yang ditujukan bagi generasi muda dengan usia 15 – 24 tahun yang memiliki aktivitas tinggi di daerah perkotaan. Program ini bertujuan tidak hanya untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran generasi muda untuk menjawab tantangan perubahan iklim namun juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dan melakukan aksi nyata untuk menerapkan gaya hidup hijau (green lifestyle) sebagai salah satu strategi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.

Penghargaan Emil Salim Untuk Generasi Muda merupakan acara puncak kegiatan Climate Smart Leaders yang diselenggarakan pada hari Minggu, 24 Oktober 2010 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Hadir dalam acara puncak tersebut Prof. Dr. Emil Salim (Dewan Pertimbangan Presiden), Darwina Widjajanti (Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Berkelanjutan), Erna Witoelar (salah satu pendiri YPB / anggota Dewan Pembina YPB / perwakilan Earth Charter di Indonesia), Sandiaga Uno (Ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia), Andy Pradjaputra (Direktur Eksekutif Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia), Keith Davis Country (Director British Council Indonesia), Dewan Juri CSL, para Sponsor dan Undangan lainnya.

Adapun Pemenang Kategori I (usia 15-18thn) Penghargaan Emil Salim Untuk Generasi Muda adalah :
Juara I, Sumarlina, Judul Proyek : Dokter Sungai, Capung Indikator Kesehatan Sungai dari SMAN 1 Wringinanom Gresik.
Juara II, Fahmi Dinni, Judul Proyek : MeMo: Message of Movement dari SMAN 13 Bandung
Juara III, Muhammad Faisol Tanjung, Judul Proyek : Pengelolaan Sampah Dapur/Organik dari Pasar Sawojajar dan Sekolah menjadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan dari SMAN 10 Malang

Sementara untuk Pemenang Kategori II ( 19-24 thn) adalah :
Juara I, Claudia Windasari Wijaya, Judul Proyek : Pemanfaatan Limbah Udang Sebagai Obat Alternatif Hiperlipidemia dalam Bentuk Tablet dari Fakultas Farmasi Universitas Surabaya.
Juara II, Muhammad Noor Rokhmat, Judul Proyek : Agribisnis Peternakan Hijau dengan Sistem Feedlot yang Ramah Lingkungan dari Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.
Juara III, Shofarul Wustoni, Judul Proyek: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk sebagai Kemasan Makanan Alami, dari Jurusan Kimia, Institut Teknologi Bandung.

Pada kesempatan ini pula, Sandiaga Uno (Ketua Dewan Pembina Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia) mengatakan dalam sambutannya, ”Dalam dunia yang penuh kompetisi; efisiensi, inovasi, dan pengembangan teknologi penting dilakukan untuk memenangi persaingan. Sayangnya, biaya inovasi Indonesia masih sangat rendah, hanya 0.05 persen dari produk domestik bruto, sedangkan anggaran inovasi negara-negara maju, seperti Jepang dan Korea Selatan, sudah mencapai 3.15 persen dan 2.64 persen dari produk domestik bruto mereka. Tanpa inovasi, Indonesia tidak akan memenangi persaingan global meski memiliki sumber daya manusia dan alam yang melimpah”.

Lebih lengkap tentang ClimateSmartLeaders