Dari Gerobak Siomay Jadi Perontok Padi

Koran Tempo Cetak, Edisi 15 Agustus 2011

Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian IPB ini ditantang membuat desain alat atau mesin penggiling padi. Lajang kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 20 Maret 1988, tersebut jauh-jauh hari sudah berencana menciptakan alat perontok padi sejak 2007. Ide ini muncul setelah melihat banyak petani yang kerepotan memisahkan padi dari batangnya dengan cara digebot (banting). Cara konvensional ini sangat menguras tenaga. Apalagi hasilnya tidak maksimal. “Saya kasihan melihat mereka,” katanya.

Niko tertantang membuat alat perontok padi yang simpel, mudah dibawa, dan tidak menimbulkan polusi. Diskusi dengan dosen dan teman satu tim diintensifkan. Tapi tak langsung jadi. Tim kesulitan mencari bentuk mesin yang simpel. Jawaban datang ketika penjual siomay keliling menaruh dagangan di buritan sepeda.

Selanjutnya: Koran Tempo.pdf

Sumber: Koran Tempo Cetak, Edisi 15 Agustus 2011


Leave a Comment




* these are required fields